Al-Mujib (Yang Maha Memperkenankan Do’a)

Jum’at, 27 April 2018 seperti biasanya madrasah menyelenggarakan kegiatan do’a bersama, menjelang kegiatan ujian akhir Kelas VI kegiatan tersebut diisi istighasah.

Kajian Asma al-Husna jum’at ini adalah makna Al-Mujib, Al-Mujib mengandung makna Yang Maha Memperkenankan Do’a, Allah swt. memperkenankan do’a yang diminta hamba-Nya ataupun memberi tanpa diminta.

Yang menjadi pertanyaan adalah jika Allah swt. mengetahui keadaan manusia baik di masa lalu atau di masa depan, mengapa ada do’a, Jika Allah swt. selalu mencukupi kebutuhan manusia? Banyak berbagai jawaban tentang hal ini.

Terdapat dua golongan manusia, yaitu (1) Manusia yang selalu ingat Allah swt., selalu bersyukur terhadap apa yang diterimanya baik kecil atau besar, (2) Manusia yang baru ingat Allah swt. ketika dalam kebutuhan. Manusia terkadang menjadi lupa kehadiran Allah swt., karena apa yang dibutuhkan sudah dulu ada sebelum diminta, seperti matahari, mata yang utuh, pendengaran, air, dan lain-lain, sehingga apa yang menakjubkan itu seperti biasa.

Jika manusia memiliki kebutuhan mendesak, ia baru banyak mengingat Allah swt., dengan banyak berdo’a. Oleh sebab itu jika ingin senantiasa Allah swt. mencukupi kebutuhan hidup kita seharusnya selalu ingat Allah swt. dengan mensyukuri apa yang diberikan baik yang kecil ataupun besar.

“Bagaimanakah jika air yang diturunkan menjadi asin?”, itulah hal diingatkan dalam Alquran agar kita merenung, nasehat lainnya adalah barang siapa yang bersyukur kepada Allah swt., maka Allah swt. akan menambah karunia.

Berdo’alah/ memintalah kepada Allah swt. sesuatu yang Allah juga meminta kepadamu yaitu Istiqamah dalam ibadah.

Subscribe

Terima kasih menjadi pelanggan berita kami

No Responses

Tinggalkan Balasan