Connect with us

Kegiatan Madrasah

Imunisasi Dt dan Imunisasi Td

Published

on

Apakah anak bapak/ ibu sudah diimunisasi? Imunisasi biasanya diberikan pada anak ketika balita dan usia sekolah. Jenis imunisasinya juga berbeda-beda, tergantung usia anak. Perhatikan apa saja jenis imunisasi yang harus diberikan pada anak sesuai dengan usianya, sebab ada beberapa imunisasi yang namanya terdengar sama, namun fungsinya sama sekali berbeda. Contohnya imunisasi Dt (diphteria tetanus) dan imunisasi Td (tetanusdiphteria). Lalu apa perbedaan dari keduanya?

Apa bedanya imunisasi Dt dengan imunisasi Td?

Meski kedua jenis vaksin ini punya nama yang hampir sama, tapi hati-hati karena keduanya berbeda. Imunisasi Dt adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah beberapa penyakit infeksi seperti difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis). Sedangkan imunisasi Td merupakan imunisasi lanjutan dari imunisasi Dt agar anak semakin kebal dengan ketiga penyakit infeksi tersebut.

Kedua vaksin ini sebenarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu mencegah terjadinya penyakit infeksi difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis). Namun, yang berbeda adalah waktu pemberian serta komposisi dosisnya.

Imunisasi Td sering kali disebut sebagai imunisasi tambahan, sebab bekerja untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap ketiga jenis penyakit infeksi di atas – difteri, tetanus, dan batuk rejan. Selain itu, dosis obat imunisasi Td lebih sedikit ketimbang imunisasi Dt.

Setiap orang direkomendasikan untuk mendapat imunisasi anti tetanus dan difteri setiap 10 tahun. Alasannya, kekebalan tubuh Anda terhadap ketiga penyakit ini bisa saja menurun seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, imunisasi Td lebih dianjurkan untuk orang dewasa.

Kapan anak harus diberikan imunisasi Dt dan imunisasi Td?

Anak setidaknya mendapatkan lima kali imunisasi Dt dengan jadwal berikut:

  • Satu dosis pada usia 2 bulan
  • Satu dosis pada usia 4 bulan
  • Satu dosis pada usia 6 bulan
  • Satu dosis pada usia 15-18 bulan
  • Satu dosis pada usia 4-6 tahun

Sementara imunisasi Td diberikan setelahnya, ketika anak sudah melebihi usia 7 tahun. Biasanya, imunisasi ini diberikan pada anak yang berusia 11 tahun. Kemudian diberikan lagi ketika dewasa yaitu pada usia 19-64 tahun.

Di Indonesia sendiri, pemberian kedua imunisasi ini dilakukan di sekolah-sekolah, yaitu dengan jadwal seperti berikut:

  • Kelas 1 SD, diberikan imunisasi campak dengan waktu pelaksaan setiap bulan Agustus dan imunisas diphteria tetanus  (DT) setiap bulan November.
  • Kelas 2-3 SD, diberikan imunisasi tetanus diphteria (Td) di bulan November.

Yang harus diperhatikan sebelum imunisasi Dt

Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan bahwa anak yang sedang sakit ketika jadwal imunisasi tiba untuk menunggu dulu hingga dirinya sembuh. Namun bila anak hanya mengalami pilek, flu, atau demam biasa, tidak masalah untuk diberikan imunisasi saat itu juga.

Selain itu, mungkin ada anak yang akan mengalami alergi terhadap imunisasi ini, maka sebaiknya diskusikan hal tersebut dengan dokter anak Anda. Bila memang anak baik-baik saja, maka imunisasi tetap harus dilakukan karena vaksin tak hanya melindungi anak Anda saja dari ancaman infeksi, namun juga orang-orang di sekitar Anda.

Sumber materi: https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/beda-imunisasi-dt-dan-td/

Continue Reading
Comments

Informasi Madrasah

Kisi-kisi Ujian Kelas VI Tahun 2018/2019

Published

on

Melalui komputer, anda dapat mengunjungi www.mirfaululum.sch.id. Di bawah ini adalah kisi-kisi yang dapat digunakan siswa sebagai batasan belajar, agar fokus terhadap materi yang harus dikuasai dan tidak melebar jauh.

  1. USBN Matematika
  2. USBN Ilmu Pengetahuan Alam
  3. USBN Bahasa Indonesia
  4. UAMBD Alquran Hadis
  5. UAMBD Akidah Akhlak
  6. UAMBD Fikih
  7. UAMBD SKI
  8. UAMBD Bahasa Arab
  9. Jadwal Kegiatan Kelas VI

Continue Reading

Kegiatan Madrasah

Membangun kewibawaan dalam proses penilaian

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti.

Published

on

Photo: Kelas 2 MI Mirfa'ul Ulum 2018-2019

Ulangan Tengah Semester (UTS) yang sekarang disebut Penilaian Tengah Semester (PTS) adalah kegiatan yang dilakukan oleh madrasah untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.

Dalam pelaksanaan PTS, sebenarnya tidak harus terstruktur, artinya tidak harus terjadwal, akan tetapi pelaksanaan PTS secara terstruktur terdapat beberapa manfaat.

Maulana Ahmad Taufiq selaku Kepala Madrasah MI Mirfa’ul Ulum menyampaikan bahwa penyelenggaraan Penilaian Tengah Semester dapat juga dimanfaatkan guru untuk:

1. Menciptakan marwah/ kewibawaan proses penilaian

Apakah guru menemukan siswa menjawab soal dengan jawaban asal-asalan, ditemukan jawaban kosong, selesai dalam waktu beberapa menit untuk segera istirahat atau pulang, siswa menduga soal ujian dikerjakan atau tidak dikerjakan pasti akan naik kelas, rapor tetap memiliki nilai di atas 50. Hal ini terjadi karena dalam pelaksanaan penilaian/ ujian tidak ada marwah atau kewibawaan didalamnya. Jika mencermati bagaimana proses ujian akhir kelas VI, marwah atau kewibawaannya muncul, contohnya marwah dibangun madrasah dengan mengadakan les untuk persiapan ujian, pelaksanaan ujicoba (tryout), mengeluarkan tata tertib, aturan pengawasan, kepemilikan kartu ujian, penentuan tempat duduk.
Jika PTS/ UTS kelas 1 – 5 juga dilaksanakan dengan kewibawaan, maka siswa akan merasakan pentingnya proses penilaian ini dan siswa tidak akan bersikap meremehkan proses penilaian. Terkadang hilangnya kewibawaan proses penilaian dilakukan oleh sendiri oleh guru, karena merasa kebiasaan rutin berulang-ulang tiap tahun sehingga bersikap meremehkan, padahal bagi siswa, pelaksanaan PTS dilakukan seumur hidup sekali pada jenjang tertentu.

Kunjungi juga: Sistem Informasi Akademik

2. Menertibkan penyelesaian tugas siswa

Selain pada hari-hari biasa, PTS juga dapat digunakan untuk menertibkan siswa yang sulit diatur. Sebelum guru menentukan daftar peserta PTS atau membagikan kartu, guru dapat memanfaatkan momen ini untuk menertibkan siswa, misal memberikan syarat kepada siswa bagi yang akan mengambil kartu ujian harus selesai mengerjakan tugas yang belum diselesaikan.

3. Guru dapat Mendisiplinkan siswa

Guru kelas juga dapat memanfaatkan momen PTS untuk mendisiplinkan siswa, misalnya membuat aturan bagi peserta PTS harus menaati tata tertib, seperti melengkapi atribut pakaian, kewajiban memakai kaos kaki, kesesuaian warna sepatu, siswa memotong rambut dengan rapi. Dengan penerapan tata tertib yang berlaku serentak di semua kelas, akan menciptakan hal berbeda bagi peserta didik saat menghadapi PTS.

4. Menyiapkan strategi untuk menghadapi penilaian akhir semester

Periksa dulu dompet anda sebelum masuk toko, mengambil barang, saat membayar lupa tidak ada uang yang disiapkan.
Begitu juga sebelum menghadapi Ulangan Akhir Semester (UAS) atau Penilaian Akhir Semester (PAS), pertengahan semester sebelumnya guru harus mengetahui tingkat kesiapan siswa menghadapi PAS, tentunya PTS dapat digunakan untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan untuk menghadapi PAS.

Continue Reading

Kajian Pendidikan

Penggunaan Buku Penghubung

Published

on

Melalui program Sekolah Literasi Indonesia, madrasah akan memberi buku penghubung yang wajib diisi orang tua dan guru, pengisian buku ini meliputi:

Diisi orang tua:

  • Pelaksanaan Sholat wajib dan beberapa kegiatan anak lainnya
  • Catatat perkembangan siswa (diisi oleh orang tua dan guru)

Diisi oleh guru: Prestasi yang dicapai pekan ini

Dengan adanya buku penghubung, diharapkan ada sinergi antara orang tua dan guru. Saat ini MI Mirfa’ul Ulum menyelenggarakan pendidikan berbasis IR. 4.0, jika ada hal-hal yang tidak tercakup dalam buku penghubung, orang tua juga dapat konsultasi langsung dengan guru melalui WhatsApp atau menggunakan layanan jejaring sosial.

Butuh bantuan? Klik >> hubungi Madrasah

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MI Mirfa'ul Ulum - Yayasan Baitul Quddus Semarang