Connect with us

Kegiatan Madrasah

Sifat-Sifat Bunyi

Published

on

<< Daftar Hafalan

NILAI DIDAPAT

(materi ada di bawah)

NamaNilai Sifat Bunyi
Dwi Rizqi Kurniawan100
Adinda Fatimah0
Agung Ardi Nugroho0
Ahmad Khafidi0
Ana Nihayatun Ni'Mah0
Aurelia Rahma Prasetya0
Citra Kharisma80
Dewi Sekarwangi0
Dzaki Arrasyid100
Dzika Aqilla Khoirunnisa100
Fitri Nur Azizah100
Galih Wahyu Adi Jatmiko100
Medianti Etza Permatasari0
Meisha Lolita Sari0
Muhammad Firdaus Lazuardi0
Muhammad Ibrahim100
Muhammad Maulana Nugroho0
Muhammad Taufiq Irwan100
Nanda Ria Desiana0
Novita Nur Safitri0
Octhavio Rizky Ramadhani0
Rafell Al Fayano0
Refandra Nur Pratama100
Reiza Nadya Safitri0
Reno Christian0
Rivera Zalfa Imtinan I'Sad0
Valentino Febriyan0
Vicky Ahmad Muttaqin100
Zidan Fairuz Zacky Faturrahman100
Muhammad Fachri Praditya0
Elvin Ibrahim Maufik0
Jindan Syah Tsaqif Hidayatullah100
Nanik Rahmawati0
Aura Putri Syawalia0
Muhammad Rizqi Pratama80
Muhammad Ripa Hamdani0
Hanif Fajar Fadillah0
Robbi Khain Lana100
Syawali0
Azila0

MATERI SIFAT – SIFAT BUNYI

1. GELOMBANG BUNYI MEMERLUKAN MEDIUM

Karena bunyi merupakan gelombang yang bergerak, maka dalam pergerakannya, gelombang bunyi memerlukan media penghantar, sebagaimana yang telah disampaikan di atas. Tanpa adanya media penghantar yang berupa zat gas, cair, dan padat, gelombang bunyi tidak dapat tersampaikan.

Contohnya adalah astronot di luar angkasa yang hampa udara. Di ruang hampa udara, bunyi tidak dapat terdengar, meski ada sumber bunyinya. Ini karena di luar angkasa tidak ada media penghantar bunyi (dalam hal ini udara).

2. GELOMBANG BUNYI DAPAT DIPANTULKAN

Di antara sifat-sifat bunyi adalah dapat mengalami pemantulan (refleksi), ini karena bunyi merupakan gelombang longitudinal, sifat umum gelombang (seperti wi-fi, ombak, dll) adalah dapat dipantulkan. Begitu juga dengan bunyi.

Sebagaimana jenis gelombang yang lain, hukum pemantulan pada bunyi juga sama, yaitu sudut datang = sudut pantul. Inilah mengapa jika kamu berbicara di ruangan tertutup, akan terjadi yang namanya  gaung, itu karena pantulan yang dihasilkan hampir bersamaan dengan bunyi asli.

3. GELOMBANG BUNYI DAPAT DIBIASKAN

Salah satu sifat gelombang yang juka berlaku pada bunyi adalah mengalami pembiasan (refraksi). Contohnya adalah fenomena petir yang terdengar lebih keras pada malam hari dibanding siang. Ini karena suhu udara atas pada siang hari lebih dingin dibanding suhu udara bawah. Sementara pada malam hari sebaliknya.

Suhu udara yang lebih panas menyebabkan bunyi mengalami pembiasan, sehingga suara yang dihasilkan tidak sekeras suara aslinya.

4. GELOMBANG BUNYI TERMASUK GELOMBANG LONGITUDINAL

Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar/sama dengan arah getarnya. Maksudnya, jika arah getarnya ke arah kanan, maka gelombang bunyi ini akan merambat ke arah kanan sampai mengecil, mengecil, dan kemudian habis. Seperti ombak.

5. GELOMBANG BUNYI MENGALAMI PELENTURAN

Gelombang bunyi dapat mengalami pelenturan (difraksi) dengan mudah. Ini karena gelombang bunyi di udara memiliki panjang dalam rentang sentimeter sampai beberapa meter. Nah, gelombang yang panjang itu akan lebih mudah mengalami difraksi.

Contohnya adalah ketika kita mendengar suara mesin mobil di belokan, meski kita belum melihat mobilnya, tapi kita sudah dapat mendengar suaranya. Ini karena gelombang bunyi lebih dulu sampai kepada penerima ketimbang kecepatan mobil.

6. GELOMBANG BUNYI MENGALAMI PERPADUAN

Salah satu sifat dari sifat-sifat bunyi adalah dapat mengalami perpaduan (interferensi). Maksudnya adalah, bunyi yang kita dengar dari dua buah sumber yang berbeda, namun apabila memiliki frekuensi yang sama, maka kita akan mendengarnya lebih keras lagi.

Contohnya, dua buah loudspeaker atau headset menyetel sebuah lagu. Biasanya, speaker atau headset tersebut akan memisahkan antara suara 1 dengan suara 2 nya. Meski begitu, kita tidak kesulitan mendengarnya karena suara 1 dan suara 2 masih memiliki frekuensi yang sama.

VIDEO >>

Continue Reading
Comments

Informasi Madrasah

Kisi-kisi Ujian Kelas VI Tahun 2018/2019

Published

on

Melalui komputer, anda dapat mengunjungi www.mirfaululum.sch.id. Di bawah ini adalah kisi-kisi yang dapat digunakan siswa sebagai batasan belajar, agar fokus terhadap materi yang harus dikuasai dan tidak melebar jauh.

  1. USBN Matematika
  2. USBN Ilmu Pengetahuan Alam
  3. USBN Bahasa Indonesia
  4. UAMBD Alquran Hadis
  5. UAMBD Akidah Akhlak
  6. UAMBD Fikih
  7. UAMBD SKI
  8. UAMBD Bahasa Arab
  9. Jadwal Kegiatan Kelas VI

Continue Reading

Kegiatan Madrasah

Membangun kewibawaan dalam proses penilaian

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti.

Published

on

Photo: Kelas 2 MI Mirfa'ul Ulum 2018-2019

Ulangan Tengah Semester (UTS) yang sekarang disebut Penilaian Tengah Semester (PTS) adalah kegiatan yang dilakukan oleh madrasah untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.

Dalam pelaksanaan PTS, sebenarnya tidak harus terstruktur, artinya tidak harus terjadwal, akan tetapi pelaksanaan PTS secara terstruktur terdapat beberapa manfaat.

Maulana Ahmad Taufiq selaku Kepala Madrasah MI Mirfa’ul Ulum menyampaikan bahwa penyelenggaraan Penilaian Tengah Semester dapat juga dimanfaatkan guru untuk:

1. Menciptakan marwah/ kewibawaan proses penilaian

Apakah guru menemukan siswa menjawab soal dengan jawaban asal-asalan, ditemukan jawaban kosong, selesai dalam waktu beberapa menit untuk segera istirahat atau pulang, siswa menduga soal ujian dikerjakan atau tidak dikerjakan pasti akan naik kelas, rapor tetap memiliki nilai di atas 50. Hal ini terjadi karena dalam pelaksanaan penilaian/ ujian tidak ada marwah atau kewibawaan didalamnya. Jika mencermati bagaimana proses ujian akhir kelas VI, marwah atau kewibawaannya muncul, contohnya marwah dibangun madrasah dengan mengadakan les untuk persiapan ujian, pelaksanaan ujicoba (tryout), mengeluarkan tata tertib, aturan pengawasan, kepemilikan kartu ujian, penentuan tempat duduk.
Jika PTS/ UTS kelas 1 – 5 juga dilaksanakan dengan kewibawaan, maka siswa akan merasakan pentingnya proses penilaian ini dan siswa tidak akan bersikap meremehkan proses penilaian. Terkadang hilangnya kewibawaan proses penilaian dilakukan oleh sendiri oleh guru, karena merasa kebiasaan rutin berulang-ulang tiap tahun sehingga bersikap meremehkan, padahal bagi siswa, pelaksanaan PTS dilakukan seumur hidup sekali pada jenjang tertentu.

Kunjungi juga: Sistem Informasi Akademik

2. Menertibkan penyelesaian tugas siswa

Selain pada hari-hari biasa, PTS juga dapat digunakan untuk menertibkan siswa yang sulit diatur. Sebelum guru menentukan daftar peserta PTS atau membagikan kartu, guru dapat memanfaatkan momen ini untuk menertibkan siswa, misal memberikan syarat kepada siswa bagi yang akan mengambil kartu ujian harus selesai mengerjakan tugas yang belum diselesaikan.

3. Guru dapat Mendisiplinkan siswa

Guru kelas juga dapat memanfaatkan momen PTS untuk mendisiplinkan siswa, misalnya membuat aturan bagi peserta PTS harus menaati tata tertib, seperti melengkapi atribut pakaian, kewajiban memakai kaos kaki, kesesuaian warna sepatu, siswa memotong rambut dengan rapi. Dengan penerapan tata tertib yang berlaku serentak di semua kelas, akan menciptakan hal berbeda bagi peserta didik saat menghadapi PTS.

4. Menyiapkan strategi untuk menghadapi penilaian akhir semester

Periksa dulu dompet anda sebelum masuk toko, mengambil barang, saat membayar lupa tidak ada uang yang disiapkan.
Begitu juga sebelum menghadapi Ulangan Akhir Semester (UAS) atau Penilaian Akhir Semester (PAS), pertengahan semester sebelumnya guru harus mengetahui tingkat kesiapan siswa menghadapi PAS, tentunya PTS dapat digunakan untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan untuk menghadapi PAS.

Continue Reading

Kajian Pendidikan

Penggunaan Buku Penghubung

Published

on

Melalui program Sekolah Literasi Indonesia, madrasah akan memberi buku penghubung yang wajib diisi orang tua dan guru, pengisian buku ini meliputi:

Diisi orang tua:

  • Pelaksanaan Sholat wajib dan beberapa kegiatan anak lainnya
  • Catatat perkembangan siswa (diisi oleh orang tua dan guru)

Diisi oleh guru: Prestasi yang dicapai pekan ini

Dengan adanya buku penghubung, diharapkan ada sinergi antara orang tua dan guru. Saat ini MI Mirfa’ul Ulum menyelenggarakan pendidikan berbasis IR. 4.0, jika ada hal-hal yang tidak tercakup dalam buku penghubung, orang tua juga dapat konsultasi langsung dengan guru melalui WhatsApp atau menggunakan layanan jejaring sosial.

Butuh bantuan? Klik >> hubungi Madrasah

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MI Mirfa'ul Ulum - Yayasan Baitul Quddus Semarang